Sudah menjadi kebiasaan kalo Pemilu udahh di depan mata maka Caleg dari berbagai partai politik pun adu kreatifitas untuk merayu Rakyat. Rayuannya macam-macam mulai dari bagi-bagi beras ampe bagi-bagi duit, semuaa berlomba menjadi BAIK.
Walaupun saya bukan orang yang setiap hari mengamati perkembangan politik di Indonesia dan bukan orang yang mendalami politik tapi sebagai warga Negara Indonesia Saya agak bosan melihat budaya ini. Why? Buat saya semua yang pengen dapat kedudukan itu sama saja, pengen enaknya saja. Ibarat seorang cewek kenal cowok dengan sejuta gombalan manis baru saja beberapa hari terus di ajak nikah, setelah nikah si cewek pun di khianati (cowoknya gak bawa berkat banget ya *amit-amit*).
tapi saya yakin rakyat sekarang cukup pintar dalam menentukan pemimpin mereka (udah bosan di khianati *maybe*).
Kalo memang niat mau ngambil hati rakyat harusnya gak perlu repot-repot bagi-bagi duit, cukup analisis apa yang rakyatnya butuhkan dan beri mereka solusinya (melalui tindakan bukan janji). Menurut saya kalo mau jadi pemimpin ya lihat dulu cara kerja dia seperti apa dan bukti nyata apa yang sudah dia perbuat untuk meningkatkan taraf hidup orang banyak. Jika sudah ada bukti otomatis rakyat akan percaya. Tidak berhenti sampai di bukti tapi Pemimpin itu Harus rela jadi pembantu rakyat, bukannya enak-enakan duduk di ruang ber-AC.
Biarkan saya menuangkan sedikit 'sok tau' saya tentang seorang pemimpin.
Biarkan saya menuangkan sedikit 'sok tau' saya tentang seorang pemimpin.
Why they don't try to be a servant leader?
Tak ada salahnya menjadi pemimpin yang melayani, sudah kewajiban sebagai seorang pemimpin untuk melayani dan mengayomi rakyatnya. ketika pemimpin menjadi pelayan maka dia tau apa yang dibutuhkan oleh rakyatnya karena kodratnya adalah mengerjakan dengan ikhlas apa yang harus di kerjakan (Pembantu rakyat itu kodratnya pemimpin *menurut saya*).
Pemimpin yang melayani mampu menggerakan orang-orang disekitarnya untuk bekerja secara profesional karena dia telah menunjukan terlebih dahulu bahwa dia mampu melayani, kenapa orang lain gak bisa?. Mampu bersosialisasi dengan baik dengan rakyatnya karena sejatinya pemimpin yang melayani tidak akan membuat tembok penghalang antara dirinya dan orang-orang yang sudah memilinya bahkan mempercayainya.
Afraid to God
Selain melayani, pemimpin itu harus takut akan Tuhan. Pemimpin itu punya seseorang yang dapat mengontrol semua kerjaannya (selain rekan kerja tentunya). Tuhan ya Tuhan. Kalo pemimpin punya Tuhan maka segala tindakan yang dia lakukan pastilah terlebih dahulu di Doakan (mengawali hari saja harus berdoa dan bersyukur apalagi bertindak). Pemimpin yang takut akan Tuhan pastinya akan takut merusak kepercayaan rakyat. :)
Cukup punya 2 dasar tersebut maka seorang pemimpin akan sangat disayangi oleh rakyat. Jangan jadi pemimpin yang 'mencuri'. Mencuri yang saya maksudkan adalah mencuri simpati rakyat dengan segala rayuan kemudian meninggalkan rakyat. They need a leader not a Loser.