Kopiiiiiiii iya kopi, One of my favourite drinks. Minuman yang selalu bikin pikiran gue tenang, minuman yang bisa bikin gue gelisah segelisah gak ketemu pacar bertahun-tahun kalo gak nyeruput di pagi hari. Entah telah menjadi kebiasaan, kecanduan, doyan atau emang gue yang rakus kopi, gue bisa menikmati kopi hitam hingga 4 gelas per hari (gelas besar), KOPI HITAM everybody bukan kopi sachetan dengan berbagai rasa karena hidup memang punya banyak rasa
*stop! itu iklan kopi*
*lah kan lagi ngebahas kopi*
gue juga suka kopi sachetan but not as good as black coffee.
Gue mungkin lebih banyak memikirkan "buat kopi gak ya?" "duh pengen ngopi, padahal belum beberapa jam selesai ngopi" ketimbang mikirin "pacar gue udah makan belum ya? makan apa ya dia? masih hidup gak ya?" singkatnya segelas kopi lebih penting ketimbang balas sms mas pacar *kebetulan punya pacar*.
buat gue kopi itu bisa jadi pacar paling setia, dengan dia gue bisa tenang, kalo lagi marah-marah gue cuma butuh kopi dan dalam hitungan menit gue kembali normal.
Kaya iklan salah satu kopi putih yang bilang kalo "coffee makes me happy", lot of agree for that word.
karena kecanduan mencumbu kopi ini gue sering mendapat julukan Miss Coffee, bagi beberapa teman gue they can't drinks a lot of coffee as I did, bahkan ada salah satu teman gue yang baru aja nyeruput beberapa sendok lalu dia mendapati dirinya di poliklinik karena lambungnya sakit *kasian*.
Dengan kopi gue juga bisa akrab dengan seorang kakek yang hidupnya hampir sama kaya gue, coffee lover of course. Awal pertemuan dimana sang kakek adalah om dari dosen gue, gue sedikit merasa si kakek adalah orang cindekiawan yang kalo ketemu pasti ngomongnya masalah serius melulu. Namun tidak setelah si kakek nanya siapa yang suka kopi ke kita, awalnya sih sedikit ragu tapi gue jawab aja gue suka kopi and then dia manggil gue ke dapun untuk nyuci piring *bukaaannn*, si kakek dengan semangat nunjukin ke gue koleksi kopinya yang bikin gue gelap mata dan tiba-tiba pengen jadi anak angkat si kakek *yes I want it a lot* si kakek teryata punya buaaannyaaaakkk banget koleksi kopi mulai dari berbagai tempat di indonesia sampai kopi instan, bahkan sang kakek juga mengajari gue me-mix kopi sachetan yang gue belum pernah lakukan sebelumnya and the taste was so damn good. see? kopi bisa menyatukan segala usia.
Kopi itu hidup gue, Hidup ini memang terkadang hitam layaknya kopi hitam namun akan tetap terus hitam jika kita tidak mencoba untuk menikmati.
Jumat, 04 April 2014
Senin, 24 Maret 2014
Karena Adat Adalah Warisan
Saya adalah salah satu dari banyak orang yang begitu mencintai adat dan budaya yang begitu beraneka ragam di bumi pertiwi ini. Indonesia begitu kaya dengan segala keragamannya, Indonesia kaya dengan sejarahnya namun tanpa disadari sedikit demi sedikit keragaman tersebut terkikis oleh pola pikir modern. Adat dan budaya yang begitu sangat berharga sebagian besar hanya diketahui oleh pemangku adat tidak banyak generasi muda yang paham akan adat dan budayanya sendiri. Miris memang, ditengah buaian perkembangan teknologi yang semakin canggih dan masuknya budaya asing melalui banyak media baik Televisi maupun bacaan sehingga tidak sedikit generasi muda yang hanyut dan lupa akan jati dirinya atau dalam kata lain lupa akan adatnya. Siapakah yang patut disalahkan? para generasi muda yang terlalu cuek atau kurangnya transfer pengetahuan dari para pemangku adat pada generasi muda?
Keberlangsungan negara berada di pundak generasi muda sama halnya dengan adat istiadat, jika generasi muda tidak berusaha untuk melestarikannya maka keanekaragaman di Indonesia bisa di katakan punah. Oleh karena itu perlu adanya sebuah transfer pengetahuan dari para pemangku adat kepada generasi muda agar adat istiadat dapat di pahami secara menyeluruh bukan hanya sebagian orang saja karena adat sejatinya patut di wariskan. Generasi muda jaman sekarang adalah generasi muda yang pandai (harusnya), sudah semestinya mereka menjadi penggerak bukan penunggu, harusnya menjadi pemuda yang sedikit berbicara tapi banyak bertindak dan mampu menghadirkan energi positif terhadap keberlangsungan adat dan budaya.
:)
Keberlangsungan negara berada di pundak generasi muda sama halnya dengan adat istiadat, jika generasi muda tidak berusaha untuk melestarikannya maka keanekaragaman di Indonesia bisa di katakan punah. Oleh karena itu perlu adanya sebuah transfer pengetahuan dari para pemangku adat kepada generasi muda agar adat istiadat dapat di pahami secara menyeluruh bukan hanya sebagian orang saja karena adat sejatinya patut di wariskan. Generasi muda jaman sekarang adalah generasi muda yang pandai (harusnya), sudah semestinya mereka menjadi penggerak bukan penunggu, harusnya menjadi pemuda yang sedikit berbicara tapi banyak bertindak dan mampu menghadirkan energi positif terhadap keberlangsungan adat dan budaya.
:)
Langganan:
Postingan (Atom)